Materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Istilah „Teknologi Informasi dan Komunikasi‟ tidak dapat dipisahkan dari
konsepyang membangunnya, yakni konsep „Teknologi Informasi‟ dan „Teknologi
Komunikasi‟.
Teknologi informasi bisa didefinisikan sebagai pemanfaatan teknologi
guna keperluan pengolahan informasi. Hal ini senada dengan definisi yang dicantumkan
Dictionary of Information Technology
yang menyebutkan bahwa teknologi informasi merupakan,
“the
acquisition, processing, storage and dissemination of vocal, pictorial,
textual and numericalinformation by a microelectronics-based combination of
computing and telecommunications
...”
(Longley & Shain 2012: 164).Istilah teknologi informasi juga
disebutkan di dalam WordNet Glossary UniversitasPrinceton sebagai suatu cabang
ilmu teknik yang khusus berhubungan dengan teknik-teknik pemanfaatan komputer dan perangkat telekomunikasi guna menerima, menyimpan danmeneruskan
suatu informasi.
Istilah „teknologi komunikasi‟, lebih merujuk kepada proses
pentransmisian/penyebaran informasi yang telah diolah. Munir (2008: 14) mengemukakan bahwa teknologi komunikasi adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari
hardware, software
, proses dan sistem, yang digunakan untuk membantu proses komunikasi,yang
bertujuan agar komunikasi berhasil (komunikatif).
Berdasarkan penjabaran dari istilah „teknologi informasi‟ dan „teknologi
komunikasi‟
di atas maka dapat dilihat sebuah diferensiasi dari kedua istilah tersebut.
Teknologi informasilebih menekankan pada aspek pengolahan informasi agar
menjadi efektif dan komunikatif
Penerapan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran
Perkembangan teknologi
yang berlangsung dengan sangat pesat dimulai dari pertengahan abad ke-20
hingga saat ini (awal abad ke-21) telah menyebabkan hampir seluruhaspek
dalam kehidupan manusia telah mendapatkan sentuhan teknologi. Teknologi
padadasarnya memang diciptakan untuk mempermudah hidup manusia, sehingga
manusia bisamenyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya dengan lebih cepat, efektif,
efisien dan juga optimal.Dunia pendidikan tidak terlepas dari mendapatkan
pengaruh yang besar dariterjadinya perkembangan teknologi yang sangat pesat
itu. Dimulai dari awal abad ke-20, telah banyak dikembangkan aplikasi-aplikasi teknologi informasi
dan komunikasi yang bertujuanuntuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi kegiatan pembelajaran guna mendapatkan hasil pendidikan yang optimal yang
akan berimbas kepada peningkatan taraf hidup dan kemajuanumat
manusia di seluruh dunia.Di masa-masa awal pemanfaatan TIK untuk kegiatan
pembelajaran, teknologi mediayang sedang berkembang pada saat itu sering
dimanfaatkan sebagai media penyampaian
informasi pembelajaran. Media televisi dan radio memegang peranan penting
dalam hal pemanfaatan teknologi untuk penyebarluasan materi
pembelajaran selama abad ke-20. Radiotelah dimanfaatkan untuk mengantarkan
informasi pembelajaran ke tempat-tempat terpencilseperti pelosok desa atau kota
yang jauh dari pusat pemerintahan, sedangkan televisidigunakan untuk
menyampaikan informasi pembelajaran ke seluruh penjuru dunia.Menjelang akhir
abad ke-20 di mana teknologi komputer dan jaringan komputermulai berkembang,
peranan televisi dan radio sebagai aplikasi teknologi penyampaian
materi pembelajaran mulai tergeser dengan hadirnya teknologi internet dan aplikasi-aplikasi pembelajaran
elektronik. Akan tetapi sesuai dengan hakikat perkembangan teknologi di
manakehadiran teknologi baru tidak bertujuan untuk menggantikan fungsi
teknologi yang telah adasebelumnya, pemanfaatan teknologi komputer dan internet
pun bertujuan untuk menambahmedia-media yang bisa digunakan untuk menyampaikan
materi pembelajaran. Tren yang berkembang saat ini, seluruh teknologi informasi
dan komunikasi yang ada digunakan secara beriringan sesuai dengan fungsi dan keunggulannya untuk menyampaikan materi-materi pembelajaran
yang sesuai.Tren penggunaan komputer dan jaringan internet dalam kegiatan
pembelajaran barudimulai di tahun 1970an dan terus berkembang hingga saat ini.
Leeinonen (2005) merangkumsejarah penggunaan teknologi komputer dalam kegiatan
pembelajaran itu dalam bagansebagai berikut,
Bagan 1
Sejarah Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pembelajaran

Berdasarkan bagan di atas, maka sejarah penggunaan teknologi komputer
dalam pembelajaran bisa dikelompokkan ke dalam lima periode sebagai
berikut:
Tahun 1970an hingga awal 1980an (era
programming, drill and
practice
)
Di masa ini, teknologi komputer belumlah secanggih sekarang. Pada saat
itu belum ada
personal computer
(PC). Perangkat komputer baru digunakan untukkeperluan-keperluan komputasi
tingkat korporat, seperti pencatatan perbankan,simulasi ilmu pengetahuan, atau
penerbangan luar angkasa. Di dalam dunia pendidikan, perangkat komputer baru sebatas digunakan untuk keperluan latihan-latihan
otomatis yang praktis dan singkat, khusus untuk pelajaran eksakta
sepertimatematika. Komputer pada saat itu digunakan untuk melatih kemampuan
berpikirlogis peserta didik dan hanya menyentuh aspek pikiran memori jangka
pendek pada peserta didik. Di era ini juga tampilan komputer masih berupa
text-based interface
, belum mencapai
graphical user interface
(GUI) seperti sekarang, sehingga komputerhanya mampu untuk melakukan
komputasi tanpa kemampuan multimedia.
Tahun 1980an hingga awal 1990an (era pembelajaran
berbasis komputer danmultimedia)
Di masa ini teknologi komputer multimedia mulai berkembang. Pada saat
itumuncul pemikiran bahwa peserta didik akan dapat belajar dengan lebih baik
denganmenonton film, animasi atau mendengarkan audio, sehingga para pakar
pembelajaranmulai merancang CD-ROM program pembelajaran dengan harapan
terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek hasil belajar.
Tahun 1990an (era pembelajaran berbasis internet)
Penggunaan teknologi komputer di masa ini merupakan perkembangan dariera
sebelumnya di mana pembelajaran berbasis internet lahir. Di masa ini,
model pembelajaran berbasis internet terus disempurnakan hingga lahir apa yang
saat ini kitakenal sebagai
Learning Management System
(LMS). Di masa ini
e-learning
bahkansudah menjadi sebuah industri di mana banyak pihak yang
mengembangkan produkaplikasi
e-learning
dengan keunggulannya masing-masing dan diklaim dapat lebihmeningkatkan
hasil pembelajaran pada aspek-aspek tertentu. Satu hal yang patutdiperhatikan
dari perkembangan
e-learning
pada masa ini adalah para pakar pembelajaran
mulai menyadari bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan TIK tetapmemerlukan
keberadaan aspek sosial. Dampak dari pemikiran ini adalah munculnyamodel-model
e-learning
yang lebih dinamis di
mana peserta didik tidak hanya bisamempelajari materi pelajaran mereka, tapi
juga bisa bersosialisasi dan berinteraksidengan peserta didik lainnya maupun
dengan para pengajar mereka.
Tahun 2000an hingga sekarang (aplikasi TIK berbasis sosial dan materipembelajaran yang bersifat gratis dan terbuka)
Era ini merupakan perkembangan mutakhir dari pemanfaatan TIK
dalam bidang pembelajaran. Di era ini komputer dan internet sudah
berkembang sedemikianrupa hingga bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan
berbagai macam formatmultimedia. Satu aspek yang paling menonjol di masa ini
adalah kesadaran akanesensi utama dari berbagi ilmu pengetahuan untuk
pembelajaran. Para pakar mulaisadar bahwa esensi utama dari pemanfaatan TIK
untuk pembelajaran bukanlah beragamnya
content
yang tersedia, canggihnya materi multimedia yang disajikan, ataucepatnya
suatu pengetahuan yang tersampaikan. Esensi dari pemanfaatan TIK untukkeperluan
pembelajaran sesungguhnya sama dengan esensi kegiatan berbagi pengetahuan
yang sudah ada semenjak awal manusia bisa belajar dan berkomunikasi.Di
sini muncul kesadaran bahwa pengetahuan haruslah gratis dan bisa diakses
olehsiapa saja. Maka dari itu muncullah berbagai
website
atau aplikasi yang
menawarkanmateri-materi ilmu pengetahuan secara gratis dan terbuka, seperti
Wikipedia(http://en.wikipedia.org) yang merupakan ensiklopedia gratis di mana
semua pengguna internet bisa mengakses dan memberikan kontribusi kepadanya, GoogleEarth
(http://earth.google.com) yang merupakan aplikasi peta digital yang memuat peta
seluruh planet bumi, beberapa planet lain dan beberapa bagian dari galaksi
secarakomprehensif, yang bisa digunakan peserta didik untuk lebih mengenal alam
semestamereka. Selain kedua aplikasi di atas, masih banyak aplikasi-aplikasi
TIK lain yang berlandaskan dari pemikiran bahwa ilmu pengetahuan haruslah
gratis dan bisa diaksessiapa saja.Dari perkembangan terakhir dalam pemanfaatan
TIK dalam pembelajaran tersebut,muncul sebuah harapan bahwa di masa depan TIK
akan mampu lebih mengakomodir
keperluan seluruh masyarakat dunia untuk belajar. Sesuai dengan yang telah
dicanangkanoleh UNESCO (2012) bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi di dalamkegiatan pembelajaran harus mampu membuka akses universal
kepada pendidikan (
universalaccess to education
), memberikan pendidikan yang adil (
equity in education
), mengantarkankegiatan pembelajaran dan pengajaran yang berkualitas (
the delivery of quality learning andteaching
), mengembangkan profesionalisme tenaga pengajar (
teachers’ professional
development
), serta menciptakan administrasi, pengaturan kebijakan dan
manajemen pendidikan yang lebih efisien (
more efficient education management, governance andadministration
).Lebih lanjut, visi pemanfaatan TIK seperti yang dicanangkan oleh UNESCO di
atas bisa tercapai karena TIK sendiri memiliki beberapa
karakteristik seperti yang dituliskan olehAbdulhak (2010: 2) sebagai
berikut:1.
Memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar dan kemampuanyang
dimiliki, termasuk bagi siswa yang lambat belajar, siswa dengankebutuhan
khusus, dan mereka yang tinggal di daerah terpencil;2.
Membuat belajar lebih efektif, karena melibatkan lebih banyak
dalammemanfaatkan multimedia dan hubungan dalam konteks media tingkat
tinggi;dan3.
Menyediakan informasi
yang bersifat internasional secara lebih luas, terutamauntuk mendekati
pemecahan masalah serta lebih sensitif dalam menanggapikebutuhan lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar